"Ada 2,5 miliar planet di Galaksi Bimasakti, sangat mungkin ada kehidupan di luar sana."
VIVAnews - Astronom China, Wang Sichao memprediksi kedatangan mahluk luar angkasa atau unidentified flying object (UFO) dalam dua tahun, 2011 atau 2012.
Wang yang juga ahli planet-planet kecil mengeluarkan spekulasi ini pasca beberapa laporan penampakan UFO atau benda aneh di langit beberapa wilayah di China seperti Zhejiang, Hunan, Chongqing dan Xinjiang sejak bulan lalu.
Pernyataan Wang didasarkan fakta bahwa, "Keberadaan 2,5 miliar planet -- termasuk di Galaksi Bimasakti, sangat mungkin ada kehidupan dan peradaban berteknologi di sana."
"Antara Bumi dan peradaban luar angkasa itu baru dalam tahap pendekatan primer," tambah Wang.
Pernyataan astrofisikawan ternama, Stephen Hawking April lalu bahwa kedatangan Alien akan berdampak buruk bagi manusia dibantah Wang. Kata dia, masih terlalu dini untuk membuat kesimpulan.
Wang mendesak para ilmuwan untuk merancang dan membuat teleskop berteknologi lebih maju -- untuk mengamati benda terbang aneh yang muncul tiba-tiba. Kadang hanya dalam hitungan detik.
China pernah dihebohkan oleh penampakan benda misterius Rabu 7 Juli 2010 malam. Penampakan cahaya terang itu bahkan sempat mengganggu penerbangan. Benda itu diduga UFO.
Bandar Udara Xiaoshan di Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang, China, sempat ditutup selama beberapa jam.
Belum dipastikan apa sebenarnya benda tersebut, namun Pakar senjata MIT, Geoffrey Forden mengatakan benda bercahaya itu diduga misil balistik China. Sementara, para ahli China menyimpulkan itu pesawat terbang biasa.
Sebelumnya, pada Minggu 18 April 2010 malam, penampakan benda misterius terang benderang terlihat di Chengdu.
Benda terang itu sempat berhenti, menggantung di udara selama beberapa menit. Lalu, tiba-tiba ia bergerak dengan kecepatan lebih lambat dari pesawat udara biasa. Sekitar pukul 20.51. kata saksi mata, Zhang, benda itu menghilang.
Sumber : VIVAnews

=> SMA Negeri I Padangpanjang Juara Nasional LCC UUD 45 dan Tap MPR
=> Angkutan Kota Padangpanjang Mulai Dipasang Stiker Islami
=> Pasar Pabukoan Difasilitasi Pemko di Terminal Angkot Sepi
=> Oktober, Pd. Panjang Terapkan Lelang Secara Online
=> Realisasi Fisik Pembangunan Sudah 50,75 Persen
=> Lokasi Pasar Pabukoan Ditetapkan di Terminal Angkot
=> Mifan dan Lubuk Mata Kucing Diminati untuk “Balimau”
=> Akper Nabila Kembali Wisuda Mahasiswanya
=> Harga Sembako di Padangpanjang Stabil
=> Hendaknya PSPP Turunkan Pemain Asal Pd.Panjang
=> Data Pemakai Kendaraan Dinas akan Diperbarui
=> Wako Buka Tiga Kegiatan Keislaman
=> DPRD Desak Optimalisasi GOR Khatib Sulaiman
=> Tarif Naik, Pelayanan PDAM Juga Harus Naik
=> Masyarakat Banyak Keluhkan Masalah Drainase dan Sarana Umum
=> Ada Absen Siluman di Kantor SKPD
=> Capil Pertahankan Posisi sebagai SKPD Terbaik
=> Belajar Meramaikan Masjid dari Al Azhar
=> SKPD dengan Kinerja Baik Diberi Reward
Tampilkan postingan dengan label UFO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UFO. Tampilkan semua postingan
Rabu, 11 Agustus 2010
Besar UFO Inggris Itu 20 Kali Lapangan Bola
Pesawat raksasa misterius yang besarnya '20 kali lapangan bola' terlihat pada tahun 1995.
VIVAnews - Badan Arsip Inggris kembali membuka ribuan file tentang penampakan benda misterius di langit alias unidentified flying object (UFO), Kamis 5 Agustus 2010.
Salah satunya adalah penampakan pesawat raksasa misterius yang besarnya '20 kali lapangan bola' di atas Bandara Manchester, Inggris, Januari 1995.
Penampakan itu dilaporkan para saksi mata ke pihak militer setempat. Yang luar biasa, di hari yang sama, pilot British Airways melaporkan pesawatnya 'hampir meleset' saat ia mencoba mendaratkan Boeing 737 di landasan. Ini jadi bahan investigasi Departemen Pertahanan.
Laporan lain menyebutkan, penampakan benda mirip cerutu di atas Lancashire pada Februiari 1977, serta pada Oktober 1980, dua petugas polisi yang melakukan patroli di RAF Woodbridge, Suffolk, melihat obyek aneh yang bersinar dari dalam hutan.
"Deskripsi obyek tersebut, berwarna metalik, dan berbentuk segitiga. Benda ini memancarkan cahaya putih ke hutan di sekitarnya," demikian bunyi laporan tersebut, seperti dimuat laman The Sun.
Salah satu laporan yang paling menarik perhatian adalah keputusan Mantan Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill yang sengaja merahasiakan insiden 'pertemuan' antara UFO dengan pesawat pembom milik RAF di atas perairan Inggris.
Dalam dokumen rahasia yang diungkap hari ini, Churchill beralasan, dia tak mau rakyat panik dan kehilangan keyakinan agamanya.
Churchill mengeluarkan keputusan itu di sela-sela rapat rahasia dengan komandan pasukan sekutu, Jenderal Dwight Eisenhower di sebuah tempat yang dirahasiakan di Amerika Serikat.
***
File yang kemarin diungkap juga menyebut bahwa penampakan UFO di Inggris pada tahun 1950-an mendapat tanggapan serius, bahkan didiskusikan oleh pejabat intelijen level tinggi.
Penulis 'The UFO files' dan dosen jurnalistik senior dari Sheffield Hallam University mengatakan, di tanggal-tanggal di file yang kemarin dibuka adalah saat di mana ketertarikan terhadap dunia paranormal mencapai puncaknya.
Apalagi, didukung sejumlah film fiksi ilmiah semacam 'The X Files' dan 'Independence Day'.
Sementara, Nick Pope, mantan pegawai Departemen Pertahanan Inggris yang menangani file UFO mengatakan, seberapa besar kepercayaan seseorang tentang keberadaan UFO, ada fakta-fakta yang harus dipertimbangkan.
"Mayoritas dari laporan penampakan UFO adalah kesalahan identifikasi benda, misalnya lampu pesawat atau meteor. Namun, sebagian kecil dari laporan tersebut sampai sekarang tidak bisa dijelaskan," kata dia, seperti dimuat Daily Telegraph.(sj)
Sumber : VIVAnews
VIVAnews - Badan Arsip Inggris kembali membuka ribuan file tentang penampakan benda misterius di langit alias unidentified flying object (UFO), Kamis 5 Agustus 2010.
Salah satunya adalah penampakan pesawat raksasa misterius yang besarnya '20 kali lapangan bola' di atas Bandara Manchester, Inggris, Januari 1995.
Penampakan itu dilaporkan para saksi mata ke pihak militer setempat. Yang luar biasa, di hari yang sama, pilot British Airways melaporkan pesawatnya 'hampir meleset' saat ia mencoba mendaratkan Boeing 737 di landasan. Ini jadi bahan investigasi Departemen Pertahanan.
Laporan lain menyebutkan, penampakan benda mirip cerutu di atas Lancashire pada Februiari 1977, serta pada Oktober 1980, dua petugas polisi yang melakukan patroli di RAF Woodbridge, Suffolk, melihat obyek aneh yang bersinar dari dalam hutan.
"Deskripsi obyek tersebut, berwarna metalik, dan berbentuk segitiga. Benda ini memancarkan cahaya putih ke hutan di sekitarnya," demikian bunyi laporan tersebut, seperti dimuat laman The Sun.
Salah satu laporan yang paling menarik perhatian adalah keputusan Mantan Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill yang sengaja merahasiakan insiden 'pertemuan' antara UFO dengan pesawat pembom milik RAF di atas perairan Inggris.
Dalam dokumen rahasia yang diungkap hari ini, Churchill beralasan, dia tak mau rakyat panik dan kehilangan keyakinan agamanya.
Churchill mengeluarkan keputusan itu di sela-sela rapat rahasia dengan komandan pasukan sekutu, Jenderal Dwight Eisenhower di sebuah tempat yang dirahasiakan di Amerika Serikat.
***
File yang kemarin diungkap juga menyebut bahwa penampakan UFO di Inggris pada tahun 1950-an mendapat tanggapan serius, bahkan didiskusikan oleh pejabat intelijen level tinggi.
Penulis 'The UFO files' dan dosen jurnalistik senior dari Sheffield Hallam University mengatakan, di tanggal-tanggal di file yang kemarin dibuka adalah saat di mana ketertarikan terhadap dunia paranormal mencapai puncaknya.
Apalagi, didukung sejumlah film fiksi ilmiah semacam 'The X Files' dan 'Independence Day'.
Sementara, Nick Pope, mantan pegawai Departemen Pertahanan Inggris yang menangani file UFO mengatakan, seberapa besar kepercayaan seseorang tentang keberadaan UFO, ada fakta-fakta yang harus dipertimbangkan.
"Mayoritas dari laporan penampakan UFO adalah kesalahan identifikasi benda, misalnya lampu pesawat atau meteor. Namun, sebagian kecil dari laporan tersebut sampai sekarang tidak bisa dijelaskan," kata dia, seperti dimuat Daily Telegraph.(sj)
Sumber : VIVAnews
Stephen Hawking-Cari Koloni Bumi, Jika Manusia Tak Mau Musnah
Hawking khawatir masa depan manusia dalam bahaya besar. Ruang angkasa adalah masa depan.
VIVAnews - Astrofisikawan, Stephen Hawking kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial. Setelah melarang manusia melakukan kontak dengan mahluk luar angkasa atau alien, Hawking kini menyerukan agar manusia segera mencari koloni Bumi.
Hawking memperingatkan, manusia harus menjelajah alam semesta dalam beberapa abad, atau spesies manusia bisa punah.
Ia khawatir, karena manusia saat ini dalam bahaya besar. Masa depan spesies manusia, kata dia, 'berada di ruang angkasa'. Itu jika ingin selamat.
Dalam sebuah wawancara, Hawking mengatakan ancaman terhadap eksistensi manusia, seperti perang, penurunan sumber daya alam, dan overpopulasi berarti meningkatkan risiko hidup di Bumi berkali lipat.
"Sangat sulit untuk menghindar dari bencana dalam beberapa ratus tahun mendatang, apalagi dalam ribuan atau jutaan tahun ke depan," kata Hawking kepada situs Big Think, seperti dimuat laman Telegraph, 9 Agustus 2010.
"Satu-satunya agar manusia bisa bertahan dalam jangka waktu lama adalah untuk tidak tergantung pada Bumi. Manusia harus pindah, menyebar di luar angkasa," kata dia.
Dalam seratus tahun ini, tambah Hawking, manusia telah membuat kemajuan luar biasa dalam penjelajahan luar angkasa. Namun, ini belum cukup.
"Ini sebabnya saya mendukung misi penerbangan luar angkasa."
Sebelumnya, Hawking sempat memperingatkan bahwa eksplorasi luar angkasa bukannya tanpa bahaya.
Dalam seri Discovery Channel, ia memperingatkan manusia untuk berhati-hati dalam melakukan kontak dengan bentuk kehidupan asing. Para alien itu mungkin tak ramah.
Namun, selama manusia adalah mahluk cerdas di galaksi ini, dan menghindari untuk menciptakan kehancuran yang berakibat pada diri sendiri, manusia akan selamat.
"Saya melihat bahaya besar bagi umat manusia," kata Hawking.
Sebab, banyak keteledoran yang dilakukan manusia. Misalnya, krisis rudal Kuba tahun 1963. Hal seperti itu bisa meningkat di masa depan.
"Tapi aku optimistis. Jika kita dapat menghindari bencana selama dua abad berikutnya, spesies kita akan aman, karena kita menyebar ke ruang angkasa," kata Hawking.
Penyebaran ke luar angkasa tak semudah membalik telapak tangan. Mengekplorasi planet lain adalah tantangan yang berat. Apalagi mengkondisikannya sebagai koloni Bumi.
Itu diungkap astrofisikawan University of Michigan, Katherine Freese. Dia mengatakan, bintang terdekat dengan Bumi adalah Proxima Centauri yang letaknya sejauh 4,2 tahun cahaya.
Itu berarti bahwa, jika kita bepergian dengan kecepatan cahaya, perlu 4,2 tahun untuk sampai ke sana.
"Atau sekitar 50.000 tahun [waktu Bumi] perjalanan dengan menggunakan roket tercanggih saat ini." (sj)
Sumber : VIVAnews
VIVAnews - Astrofisikawan, Stephen Hawking kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial. Setelah melarang manusia melakukan kontak dengan mahluk luar angkasa atau alien, Hawking kini menyerukan agar manusia segera mencari koloni Bumi.
Hawking memperingatkan, manusia harus menjelajah alam semesta dalam beberapa abad, atau spesies manusia bisa punah.
Ia khawatir, karena manusia saat ini dalam bahaya besar. Masa depan spesies manusia, kata dia, 'berada di ruang angkasa'. Itu jika ingin selamat.
Dalam sebuah wawancara, Hawking mengatakan ancaman terhadap eksistensi manusia, seperti perang, penurunan sumber daya alam, dan overpopulasi berarti meningkatkan risiko hidup di Bumi berkali lipat.
"Sangat sulit untuk menghindar dari bencana dalam beberapa ratus tahun mendatang, apalagi dalam ribuan atau jutaan tahun ke depan," kata Hawking kepada situs Big Think, seperti dimuat laman Telegraph, 9 Agustus 2010.
"Satu-satunya agar manusia bisa bertahan dalam jangka waktu lama adalah untuk tidak tergantung pada Bumi. Manusia harus pindah, menyebar di luar angkasa," kata dia.
Dalam seratus tahun ini, tambah Hawking, manusia telah membuat kemajuan luar biasa dalam penjelajahan luar angkasa. Namun, ini belum cukup.
"Ini sebabnya saya mendukung misi penerbangan luar angkasa."
Sebelumnya, Hawking sempat memperingatkan bahwa eksplorasi luar angkasa bukannya tanpa bahaya.
Dalam seri Discovery Channel, ia memperingatkan manusia untuk berhati-hati dalam melakukan kontak dengan bentuk kehidupan asing. Para alien itu mungkin tak ramah.
Namun, selama manusia adalah mahluk cerdas di galaksi ini, dan menghindari untuk menciptakan kehancuran yang berakibat pada diri sendiri, manusia akan selamat.
"Saya melihat bahaya besar bagi umat manusia," kata Hawking.
Sebab, banyak keteledoran yang dilakukan manusia. Misalnya, krisis rudal Kuba tahun 1963. Hal seperti itu bisa meningkat di masa depan.
"Tapi aku optimistis. Jika kita dapat menghindari bencana selama dua abad berikutnya, spesies kita akan aman, karena kita menyebar ke ruang angkasa," kata Hawking.
Penyebaran ke luar angkasa tak semudah membalik telapak tangan. Mengekplorasi planet lain adalah tantangan yang berat. Apalagi mengkondisikannya sebagai koloni Bumi.
Itu diungkap astrofisikawan University of Michigan, Katherine Freese. Dia mengatakan, bintang terdekat dengan Bumi adalah Proxima Centauri yang letaknya sejauh 4,2 tahun cahaya.
Itu berarti bahwa, jika kita bepergian dengan kecepatan cahaya, perlu 4,2 tahun untuk sampai ke sana.
"Atau sekitar 50.000 tahun [waktu Bumi] perjalanan dengan menggunakan roket tercanggih saat ini." (sj)
Sumber : VIVAnews
Senin, 02 Agustus 2010
Kehidupan Mars, Cari Buktinya di Nili Fossae
Nili Fossae di Mars memiliki formasi yang menyimpan bukti awal kehidupan bumi.
VIVAnews - Pencarian kehidupan lain di luar angkasa kini mengarah ke dua tempat. Pertama, Titan. Satelit Saturnus itu memiliki danau metana dan etana, serta Enceladus, dengan uap-uap air -- kondisinya seperti tempat yang bisa ditinggali sebuah kehidupan.
Fokus kedua mengarah ke Mars, yang terdekat dengan Bumi. Sebab, planet merah itu memiliki deposit sulfat. Di Bumi, sulfat adalah lokasi penyimpanan organisme kuno.
Besar kemungkinan, sulfat di Mars juga menyimpan rekam jejak kehidupan, sama halnya di Bumi.
Seperti dimuat situs Christian Science Monitor (CSM), di Mars terdapat lokasi yang yang kaya mineral yang disebut Nili Fossae.
Ini diduga adalah lokasi utama pencarian jejak-jejak kehidupan purba di Mars yang mungkin ada sekitar 4 juta miliar tahun yang lalu.
Dalam telaahnya, para ilmuwan menggunakan instrumen dari satelit NASA, Mars Reconnaissance Orbiter untuk mempelajari batuan lempung karbonat yang ada di permukaan Mars. Lapisan itu diduga kuat merupakan peninggalan era kuno Mars yang disebut juga Periode Noachian.
Para ilmuwan tak menyimpulkan bahwa Nili Fossae adalah bukti aktual keberadaan mahluk hidup di Mars. Baru sekedar kemungkinan.
"Kami berpendapat, aktivitas hidrotermal di Nili Fossae menyediakan energi untuk aktivitas biologis di Mars di masa-masa awal," kata ilmuwan pencari mahluk ekstraterresterial Search for Extraterrestrial Intelligence Institute (SETI), Adrian Brown.
Tamuan ini akan dijelaskan dalam jurnal Earth and Planetary Science Letters.
Brown dan koleganya mempelajari pembentukan hidrotermal batuan tanah liat-karbonat di daerah Nili Fossae di Mars.
Hasil penelitian mereka menunjukkan ada kesamaan antara formasi batuan karbonat di Nili Fosae dengan jejak kehidupan dan biologis awal di Bumi, khususnya di wilayah Australia Barat.
Kondisi Nili Fossae mirip daerah East Pilbara di Australia Barat -- yang menyimpan bukti keberadaan kehidupan di masa awal Bumi.
"Dalam artikel itu, kami membahas potensi Archean vulkanik di daerah Pilbara Timur Barat Australia sebagai analog untuk Noachian Nili fossae di Mars," kata Brown.
"Mereka mengindikasikan adanya biomarker -- atau bukti dari keberadaan organisme hidup."
Nili Fossae adalah salah satu dari tujuh calon lokasi pendaratan pesawat tak berawak NASA, Mars Science Laboratory, dalam misi berikut.
Sumbert : VIVAnews
VIVAnews - Pencarian kehidupan lain di luar angkasa kini mengarah ke dua tempat. Pertama, Titan. Satelit Saturnus itu memiliki danau metana dan etana, serta Enceladus, dengan uap-uap air -- kondisinya seperti tempat yang bisa ditinggali sebuah kehidupan.
Fokus kedua mengarah ke Mars, yang terdekat dengan Bumi. Sebab, planet merah itu memiliki deposit sulfat. Di Bumi, sulfat adalah lokasi penyimpanan organisme kuno.
Besar kemungkinan, sulfat di Mars juga menyimpan rekam jejak kehidupan, sama halnya di Bumi.
Seperti dimuat situs Christian Science Monitor (CSM), di Mars terdapat lokasi yang yang kaya mineral yang disebut Nili Fossae.
Ini diduga adalah lokasi utama pencarian jejak-jejak kehidupan purba di Mars yang mungkin ada sekitar 4 juta miliar tahun yang lalu.
Dalam telaahnya, para ilmuwan menggunakan instrumen dari satelit NASA, Mars Reconnaissance Orbiter untuk mempelajari batuan lempung karbonat yang ada di permukaan Mars. Lapisan itu diduga kuat merupakan peninggalan era kuno Mars yang disebut juga Periode Noachian.
Para ilmuwan tak menyimpulkan bahwa Nili Fossae adalah bukti aktual keberadaan mahluk hidup di Mars. Baru sekedar kemungkinan.
"Kami berpendapat, aktivitas hidrotermal di Nili Fossae menyediakan energi untuk aktivitas biologis di Mars di masa-masa awal," kata ilmuwan pencari mahluk ekstraterresterial Search for Extraterrestrial Intelligence Institute (SETI), Adrian Brown.
Tamuan ini akan dijelaskan dalam jurnal Earth and Planetary Science Letters.
Brown dan koleganya mempelajari pembentukan hidrotermal batuan tanah liat-karbonat di daerah Nili Fossae di Mars.
Hasil penelitian mereka menunjukkan ada kesamaan antara formasi batuan karbonat di Nili Fosae dengan jejak kehidupan dan biologis awal di Bumi, khususnya di wilayah Australia Barat.
Kondisi Nili Fossae mirip daerah East Pilbara di Australia Barat -- yang menyimpan bukti keberadaan kehidupan di masa awal Bumi.
"Dalam artikel itu, kami membahas potensi Archean vulkanik di daerah Pilbara Timur Barat Australia sebagai analog untuk Noachian Nili fossae di Mars," kata Brown.
"Mereka mengindikasikan adanya biomarker -- atau bukti dari keberadaan organisme hidup."
Nili Fossae adalah salah satu dari tujuh calon lokasi pendaratan pesawat tak berawak NASA, Mars Science Laboratory, dalam misi berikut.
Sumbert : VIVAnews
Sabtu, 31 Juli 2010
Terkuak, Misteri Penampakan Wajah di Mars

Penganut teori konspirasi berpendapat, penampakan wajah itu adalah artefak mahluk Mars
VIVAnews - Sebuah foto Planet Mars yang diambil satelit Viking 1 milik Amerika Serikat pada 25 Juli 1976, memicu ribuan teori konspirasi.
Foto itu mengejutkan, karena menampakkan sebuah tonjolan mirip wajah manusia di permukaan planet merah -- lengkap dengan bentuk mata, hidung, dan mulut.
Pasca penemuan itu, spekulasi berkembang. Banyak yang menganggap struktur wajah manusia itu adalah buatan mahluk cerdas penghuni Mars di masa lalu -- bukti keberadaan 'alien Mars'.
Padahal, Badan Antariksa AS, NASA telah menjelaskan fenomena tersebut, pada 31 Juli 1976.
Dijelaskan NASA dalam rilisnya, 'wajah Mars' itu adalah mesa -- formasi batu curam dengan puncak yang relatif rata.
Mesa 'Wajah Mars' berada di wilayah Cydonia. "Ini adalah salah satu foto yang diambil di lintang utara Mars oleh Viking."
"Gambar ini menunjukkan mesa yang tererosi yang bentuknya menyerupai kepala manusia -- menunjukkan ilusi seperti mata, hidung dan mulut," demikian isi rilis NASA ke media saat itu.
Dijelaskan Mars, foto tersebut diambil pada 25 Juli 1976 dalam kisaran jarak 1.873 kilometer.
Namun, penjelasan itu tak mempan. Para penganut teori konspirasi berkeras, 'wajah' itu adalah artefak peradaban manusia kuno di Planet Mars.
Mereka bahkan menuduh NASA sengaja menutup-nutupi adanya kehidupan lain di luar Bumi.
Bahkan -- ketika satelit NASA kembali mengambil foto obyek yang sama pada 1990-an dan 2001 -- yang menunjukkan bahwa 'wajah itu hanya sebuah bukit terjal.
Foto terbaru yang dirilis Jumat 30 Juli 2010, makin memperkuat bantahan spekulasi tersebut.
Foto hasil bidikan kamera canggih milik Badan Antariksa AS, NASA, HiRISE menunjukkan wajah manusia di Mars adalah bukit batu besar di tengah gurun pasir.
Gambar yang dihasilkan HiRISE adalah foto terdekat dari obyek fenomenal itu. HiRISE mengambil gambar tersebut dari satelit Reconnaissance yang mengorbit 300 kilometer di atas Mars -- jauh lebih dekat dari posisi tahun 1976, 1.873 kilometer.(sj)
Sumber : VIVAnews
Jumat, 30 Juli 2010
"Alien Melempari Rumah Saya dengan Meteor"
Sudah 6 kali rumahnya tertimpa meteorit, semuanya terjadi saat hujan deras.
VIVAnews - Dua tahun lalu, pengakuan pria ini menjadi sensasi di sejumlah media internasional. Radivoje Lajic -- nama pria Bosnia tersebut -- mendadak terkenal pada 2008 setelah mengaku kalau atap rumahnya di desa Gornji Lajici, Bosnia, tertimpa meteorit.
Seperti dikutip dari laman Daily Telegraph, peristiwa tahun 2008 itu bukan peristiwa pertama. Sebelumnya, sudah empat kali rumah Lajic dijatuhi benda langit yang tidak terbakar atmosfer tersebut.
Sekarang, dalam hitungan bulan, batu angkasa luar kembali menimpa rumahnya, membuat atap rumah Lajic sudah enam kali tertimpa "serangan meteor" sejak 2007.
Sejumlah pakar di Belgrade University membenarkan bahwa batu-batuan yang diserahkan Lajic pada para ilmuwan itu adalah benar meteorit.
Tim ilmuwan sedang mencoba menelaah mengapa batu-batu itu menyasar rumah Lajic. Menurut Lajic, bebatuan angkasa luar itu selalu jatuh saat hujan turun deras, tidak pernah terjadi saat langit cerah.
Lajic tentu saja punya penjelasan sendiri. Setelah batu kelima menimpa rumahnya, dia berkata, "Jelas saya menjadi target makhluk angkasa luar. Saya tidak tahu perbuatan mana yang mengganggu mereka, tapi memang tidak ada penjelasan yang masuk akal."
"Peluang dihantam satu meteorit sangat kecil, tapi saya dijatuhi enam meteorit," katanya.
Pria 50 tahun ini bahkan sudah memasang atap baja untuk melindungi rumahnya. Dana untuk memasang pelindung itu diperoleh dari hasil menjual salah satu meteorit ke sebuah universitas di Belanda.
"Saya yakin saya dijadikan sasaran alien," tambahnya. "Mereka mau bermain-main dengan saya. Entah kenapa mereka melakukan ini. Saat hujan turun, saya selalu khawatir akan terjadi serangan," kata Lajic.(umi)
Sumber : VIVAnews
VIVAnews - Dua tahun lalu, pengakuan pria ini menjadi sensasi di sejumlah media internasional. Radivoje Lajic -- nama pria Bosnia tersebut -- mendadak terkenal pada 2008 setelah mengaku kalau atap rumahnya di desa Gornji Lajici, Bosnia, tertimpa meteorit.
Seperti dikutip dari laman Daily Telegraph, peristiwa tahun 2008 itu bukan peristiwa pertama. Sebelumnya, sudah empat kali rumah Lajic dijatuhi benda langit yang tidak terbakar atmosfer tersebut.
Sekarang, dalam hitungan bulan, batu angkasa luar kembali menimpa rumahnya, membuat atap rumah Lajic sudah enam kali tertimpa "serangan meteor" sejak 2007.
Sejumlah pakar di Belgrade University membenarkan bahwa batu-batuan yang diserahkan Lajic pada para ilmuwan itu adalah benar meteorit.
Tim ilmuwan sedang mencoba menelaah mengapa batu-batu itu menyasar rumah Lajic. Menurut Lajic, bebatuan angkasa luar itu selalu jatuh saat hujan turun deras, tidak pernah terjadi saat langit cerah.
Lajic tentu saja punya penjelasan sendiri. Setelah batu kelima menimpa rumahnya, dia berkata, "Jelas saya menjadi target makhluk angkasa luar. Saya tidak tahu perbuatan mana yang mengganggu mereka, tapi memang tidak ada penjelasan yang masuk akal."
"Peluang dihantam satu meteorit sangat kecil, tapi saya dijatuhi enam meteorit," katanya.
Pria 50 tahun ini bahkan sudah memasang atap baja untuk melindungi rumahnya. Dana untuk memasang pelindung itu diperoleh dari hasil menjual salah satu meteorit ke sebuah universitas di Belanda.
"Saya yakin saya dijadikan sasaran alien," tambahnya. "Mereka mau bermain-main dengan saya. Entah kenapa mereka melakukan ini. Saat hujan turun, saya selalu khawatir akan terjadi serangan," kata Lajic.(umi)
Sumber : VIVAnews
Jumat, 23 Juli 2010
UFO 'Bertamu' ke Sebuah Resort di Malaysia
Tamu dan pegawai di Tuaran Beach Resort panik saat melihat benda aneh di langit.
VIVAnews - Peristiwa penampakan objek terbang misterius (UFO) kembali terjadi.
Kali ini, tamu dan pegawai di resort pantai Tuaran Beach Resort dekat Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, mengaku melihat benda aneh di langit.
Peristiwa tersebut diberitakan oleh tabloid Harian Metro yang dikutip oleh harian The Star, Selasa, 20 Juli 2010. Harian Metro bahkan menampilkan gambar objek misterius tersebut di sampul depan meski tampak kabur.
Salah seorang tamu, Jemas Dungil, 27 tahun, mengaku mendengar teriakan seseorang wanita saat dia melihat objek terbang berbentuk lingkaran dan berwarna kebiruan di langit.
"Kami keluar ke aula untuk melihat apa yang terjadi, dan saya melihat benda seperti cakram berwarna biru berbentuk lingkaran di langit. Warnanya berubah menjadi hijau beberapa detik kemudian," kata Jemas.
Meski melihat sendiri peristiwa tersebut dan berusaha merekamnya, Jemas tidak percaya objek terbang itu adalah UFO.
"Tapi yang saya saksikan sangat luar biasa karena terjadi tepat di depan mata saya," kata Jemas.
Beberapa tamu lain dan juga pegawai resort yang mengaku sempat melihat benda terbang itu mengatakan objek tersebut melayang di langit selama beberapa menit sebelum lenyap.
Sejumlah orang bahkan mengatakan kalau telepon seluler mereka "mati" saat mereka mencoba merekam objek tersebut.
Saksi mata lain, Donny Benedict, 29 tahun, awalnya tidak percaya terhadap keberadaan UFO. Namun, dia berubah pikiran saat menyaksikan sendiri benda terbang misterius itu.
"Aneh karena objek itu tidak mengeluarkan suara bising seperti layaknya pesawat terbang biasa," katanya sambil mengungkapkan penyesalan karena tidak sempat merekam kejadian itu.
Fenomena UFO baru-baru ini bahkan sempat mengganggu penerbangan di China.
Bandar Udara Xiaoshan di Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang, China ditutup pada Rabu 7 Juli 2010. Alasannya, ada penampakan benda langit misterius, UFO (unidentified flying object).
Hingga kini pemerintah China menutup rapat-rapat informasi, apa sebenarnya benda bercahaya yang melesat di langit pada malam itu. (umi)
Sumber : VIVAnews
VIVAnews - Peristiwa penampakan objek terbang misterius (UFO) kembali terjadi.
Kali ini, tamu dan pegawai di resort pantai Tuaran Beach Resort dekat Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, mengaku melihat benda aneh di langit.
Peristiwa tersebut diberitakan oleh tabloid Harian Metro yang dikutip oleh harian The Star, Selasa, 20 Juli 2010. Harian Metro bahkan menampilkan gambar objek misterius tersebut di sampul depan meski tampak kabur.
Salah seorang tamu, Jemas Dungil, 27 tahun, mengaku mendengar teriakan seseorang wanita saat dia melihat objek terbang berbentuk lingkaran dan berwarna kebiruan di langit.
"Kami keluar ke aula untuk melihat apa yang terjadi, dan saya melihat benda seperti cakram berwarna biru berbentuk lingkaran di langit. Warnanya berubah menjadi hijau beberapa detik kemudian," kata Jemas.
Meski melihat sendiri peristiwa tersebut dan berusaha merekamnya, Jemas tidak percaya objek terbang itu adalah UFO.
"Tapi yang saya saksikan sangat luar biasa karena terjadi tepat di depan mata saya," kata Jemas.
Beberapa tamu lain dan juga pegawai resort yang mengaku sempat melihat benda terbang itu mengatakan objek tersebut melayang di langit selama beberapa menit sebelum lenyap.
Sejumlah orang bahkan mengatakan kalau telepon seluler mereka "mati" saat mereka mencoba merekam objek tersebut.
Saksi mata lain, Donny Benedict, 29 tahun, awalnya tidak percaya terhadap keberadaan UFO. Namun, dia berubah pikiran saat menyaksikan sendiri benda terbang misterius itu.
"Aneh karena objek itu tidak mengeluarkan suara bising seperti layaknya pesawat terbang biasa," katanya sambil mengungkapkan penyesalan karena tidak sempat merekam kejadian itu.
Fenomena UFO baru-baru ini bahkan sempat mengganggu penerbangan di China.
Bandar Udara Xiaoshan di Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang, China ditutup pada Rabu 7 Juli 2010. Alasannya, ada penampakan benda langit misterius, UFO (unidentified flying object).
Hingga kini pemerintah China menutup rapat-rapat informasi, apa sebenarnya benda bercahaya yang melesat di langit pada malam itu. (umi)
Sumber : VIVAnews
Ini Jawaban Misteri UFO di China
Ilmuwan Massachusetts Institute of Technology (MIT)berhasil membuat analisa. Jawabannya?
VIVAnews - Sebuah benda misterius melayang di langit China, Rabu 7 Juli 2010 malam. Penampakan cahaya terang itu bahkan sempat mengganggu penerbangan.
Bandar Udara Xiaoshan di Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang, China, sempat ditutup selama beberapa jam. Alasannya, ada penampakan benda langit misterius yang diduga UFO (unidentified flying object).
Pemerintah China masih menutup rapat-rapat informasi, apa sebenarnya benda bercahaya yang melesat di langit pada malam itu. Namun, ilmuwan Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat, berhasil menganalisanya.
Jawabannya, benda misterius itu bukan UFO. Lalu apa?
Pakar senjata MIT, Geoffrey Forden mengatakan beberapa gambar yang beredar yang menunjukkan penampakan UFO diduga kuat direkayasa dengan menggunakan Photoshop.
Namun, ada juga foto yang asli. Dari penampakan itu bisa dianalisa, bahwa benda terang itu adalah misil balistik milik China. Forben yang punya spesialisasi sistem angkasa Rusia dan China menuliskan analisisnya dalam blog berjudul 'Arms Control Wonk' miliknya.
Dalam analisisnya, Forden menggunakan teoril ilmiah untuk menguji foto benda diduha UFO yang belum direkayasa menggunakan Photoshop.
"Menurutku, itu terlihat seperti misil DF-21 yang diluncurkan di suatu tempat di dekat Jiuquan, tujuannya menccapai sasaran di selatan Gurun Gobi -- ini yang mengakibatkan fenomena mirip UFO," tulis Forden, seperti dimuat laman CNN.
Analisa Forden selangkah lebih maju dari pemerintah china yang masih terus mencari laporan penampakan UFO. Militer China masih mencoba menyelidiki apakah benda terang misterius itu adalah pesawat militer, roket, atau hanya refleksi langit.
Sumber : VIVAnews
VIVAnews - Sebuah benda misterius melayang di langit China, Rabu 7 Juli 2010 malam. Penampakan cahaya terang itu bahkan sempat mengganggu penerbangan.
Bandar Udara Xiaoshan di Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang, China, sempat ditutup selama beberapa jam. Alasannya, ada penampakan benda langit misterius yang diduga UFO (unidentified flying object).
Pemerintah China masih menutup rapat-rapat informasi, apa sebenarnya benda bercahaya yang melesat di langit pada malam itu. Namun, ilmuwan Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat, berhasil menganalisanya.
Jawabannya, benda misterius itu bukan UFO. Lalu apa?
Pakar senjata MIT, Geoffrey Forden mengatakan beberapa gambar yang beredar yang menunjukkan penampakan UFO diduga kuat direkayasa dengan menggunakan Photoshop.
Namun, ada juga foto yang asli. Dari penampakan itu bisa dianalisa, bahwa benda terang itu adalah misil balistik milik China. Forben yang punya spesialisasi sistem angkasa Rusia dan China menuliskan analisisnya dalam blog berjudul 'Arms Control Wonk' miliknya.
Dalam analisisnya, Forden menggunakan teoril ilmiah untuk menguji foto benda diduha UFO yang belum direkayasa menggunakan Photoshop.
"Menurutku, itu terlihat seperti misil DF-21 yang diluncurkan di suatu tempat di dekat Jiuquan, tujuannya menccapai sasaran di selatan Gurun Gobi -- ini yang mengakibatkan fenomena mirip UFO," tulis Forden, seperti dimuat laman CNN.
Analisa Forden selangkah lebih maju dari pemerintah china yang masih terus mencari laporan penampakan UFO. Militer China masih mencoba menyelidiki apakah benda terang misterius itu adalah pesawat militer, roket, atau hanya refleksi langit.
Sumber : VIVAnews
Minggu, 18 Juli 2010
China Rahasiakan Fakta UFO Misterius

Hingga kini, misteri benda misterius yang menggangu penerbangan di China belum terungkap.
VIVAnews - Pada Rabu 7 Juli 2010 pukul 20.40 waktu setempat, Bandar Udara Xiaoshan di Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang, China tiba-tiba ditutup. Alasannya, ada penampakan benda langit misterius, UFO (unidentified flying object).
Petugas bandara segera membatalkan sejumlah jadwal penerbangan dan mengalihkan pesawat yang menuju Xiaoshan, ke bandara Ningbo di Provinsi Zhejiang dan Wuxi di Provinsi Jiangsu. Dilaporkan 18 penerbangan terganggu.
Namun, hingga Jumat 16 Juli 2010 pemerintah China masih merahasiakan apa sebenarnya penampakan UFO tersebut -- meski sebelumnya beredar informasi pihak berwenang akan memberikan keterangan Jumat (16/7).
Penampakan obyek terang seperti komet di atas Bandara Xiaoshan menjadi perbincangan panas di internet. Orang-orang mencoba menjelaskan fenomena aneh itu, dengan versi masing-masing.
Spekulasi yang beredar di dunia maya menyebutkan, benda diduga UFO itu adalah pesawat pembom Amerika Serikat, satelit Rusia, atau misil yang baru diuji coba China.
Seorang warga, Ma Shijun berhasil mengabadikan benda misterius itu saat dia mendongak ke langit sekitar pukul 20.30 waktu setempat.
"Aku merasa seberkas cahaya melayang di atas kepalaku. Saat mendongak, aku melihat seberkas cahaya putih terang terbang di langit. Aku buru-buru kamera dan memotretnya,"kata dia, kepada Xinhua.
"Apakah itu pesawat atau UFO, aku tak tahu pasti," kata dia, seperti dimuat laman myfoxchattanooga.com.
Sebelumnya, seorang sumber anonim kepada China Daily mengatakan, pejabat berwenang telah membongkar misteri penampakan UFO itu, setelah melakukan serangkaian investigasi.
Namun, hasil investigasi itu belum akan dimumkan ke publik. Data itu masih bersifat rahasia, sebab ada kaitannya dengan kepentingan militer. Penjelasan resmi dari pemerintah menurut informasi akan diberikan Jumat ini. (sj)
Sumber : VIVAnews
Langganan:
Postingan (Atom)