Selasa, 20/07/2010 14:30 WIB
padangmedia.com - PADANG - Tim khusus dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat bersama Pengadilan Agama dan Pengadilan Tinggi Agama Provinsi Sumatera Barat saat ini sedang melakukan pengukuran terhadap perubahan arah kiblat di Sumatera Barat.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Darwas kepada padangmedia.com, Selasa (20/7) mengatakan, perubahan arah kiblat akibat gempa yang terjadi tidak membuat jamaah serta pengurus masjid dan musholla di Sumatera Barat resah.
“Jamaah serta pengurus masjid dan musholla di Sumatera Barat tidak mempermasalahkan soal itu, karena bangunan masjid dan musholla tidak dirusak,” kata Darwas kepada padangmedia.com.
Darwas mengatakan, pihaknya sebelumnya sudah meminta kepada jamaah dan pengurus mesjid dan musholla di Sumatera Barat agar menyesuaikan sholat ke arah kiblat.
Pihaknya sudah melakukan upaya perbaikan dan mencocokkan arah kiblat di sejumlah mesjid dan musholla tanpa merusak bangunannya. Di samping itu, pihaknya telah mengirim surat edaran kepada kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten dan kota supaya menyesuaikan arah kiblat sesuai dengan anjuran Menteri Agama. (musfah)
Sumber : Padangmedia dot Com

=> SMA Negeri I Padangpanjang Juara Nasional LCC UUD 45 dan Tap MPR
=> Angkutan Kota Padangpanjang Mulai Dipasang Stiker Islami
=> Pasar Pabukoan Difasilitasi Pemko di Terminal Angkot Sepi
=> Oktober, Pd. Panjang Terapkan Lelang Secara Online
=> Realisasi Fisik Pembangunan Sudah 50,75 Persen
=> Lokasi Pasar Pabukoan Ditetapkan di Terminal Angkot
=> Mifan dan Lubuk Mata Kucing Diminati untuk “Balimau”
=> Akper Nabila Kembali Wisuda Mahasiswanya
=> Harga Sembako di Padangpanjang Stabil
=> Hendaknya PSPP Turunkan Pemain Asal Pd.Panjang
=> Data Pemakai Kendaraan Dinas akan Diperbarui
=> Wako Buka Tiga Kegiatan Keislaman
=> DPRD Desak Optimalisasi GOR Khatib Sulaiman
=> Tarif Naik, Pelayanan PDAM Juga Harus Naik
=> Masyarakat Banyak Keluhkan Masalah Drainase dan Sarana Umum
=> Ada Absen Siluman di Kantor SKPD
=> Capil Pertahankan Posisi sebagai SKPD Terbaik
=> Belajar Meramaikan Masjid dari Al Azhar
=> SKPD dengan Kinerja Baik Diberi Reward
Tampilkan postingan dengan label Kiblat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiblat. Tampilkan semua postingan
Selasa, 20 Juli 2010
MUI Pd Panjang Belum Bersikap atas Perubahan Arah Kiblat
Selasa, 20/07/2010 14:53 WIB
padangmedia.com - PADANGPANJANG - Hangatnya peembicaraan tentang pergeseran kiblat ke arah barat daya seperti yang dinyatakan MUI pusat, menurut Sekretaris MUI Kota Padangpanjang, Drs.Alizar Chan, baru sekedar ekspos di media dan belum lahir dalam bentuk fatwa.
Alizar yang ditemui usai mengikuti sosialisasi narkoba di SMK Karya Padangpanjang, Selasa (20/7), mengatakan, dari hasil komunikasi yang dilakukan dengan MUI provinsi dan MUI pusat, belum ada fatwa untuk itu yang bisa dijadikan sebagai dasar untuk berbicara dan melakukan tindakan. Untuk melahirkan sebuah ketetapan atau fatwa, katanya, semua komponen harus bertemu. Tidak saja MUI, tapi juga Badan Hisab Rukhyat Nasional (BHR) serta unsur tokoh masyarakat.
Meskipun sudah keluar statemen di media, namun setelah dilakukan uji di lapangan seperti di Padangpanjang misalnya, di tiga lokasi justru tidak ada perubahan. Hal ini dibuktikan dengan uji satelit yang dilakukan di Masjid Nurul Hidayah Silaiang Bawah. Setelah diukur oleh Kementerian Agama dan Pengadilan Agama, ternyata persis atau tidak terjadi perubahan sama sekali.
Lebih jauh dikatakan, tidak adanya sikap dari MUI Padangpanjang atas isu sentral pergeseran arah kiblat itu, karena MUI Padangpanjang menginginkan adanya keseragaman. “Sejauh belum ada fatwa yang disepakati dari pusat disarankan untuk tetap melakukan shalat dengan arah yang biasa,” ujarnya.
Menghindari keresahan dan kebingungan di masyarakat Kota Padangpanjang, BHR Kota Padangpanjang akan melakukan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat. (isril)
Sumber : Padangmedia dot Com
padangmedia.com - PADANGPANJANG - Hangatnya peembicaraan tentang pergeseran kiblat ke arah barat daya seperti yang dinyatakan MUI pusat, menurut Sekretaris MUI Kota Padangpanjang, Drs.Alizar Chan, baru sekedar ekspos di media dan belum lahir dalam bentuk fatwa.
Alizar yang ditemui usai mengikuti sosialisasi narkoba di SMK Karya Padangpanjang, Selasa (20/7), mengatakan, dari hasil komunikasi yang dilakukan dengan MUI provinsi dan MUI pusat, belum ada fatwa untuk itu yang bisa dijadikan sebagai dasar untuk berbicara dan melakukan tindakan. Untuk melahirkan sebuah ketetapan atau fatwa, katanya, semua komponen harus bertemu. Tidak saja MUI, tapi juga Badan Hisab Rukhyat Nasional (BHR) serta unsur tokoh masyarakat.
Meskipun sudah keluar statemen di media, namun setelah dilakukan uji di lapangan seperti di Padangpanjang misalnya, di tiga lokasi justru tidak ada perubahan. Hal ini dibuktikan dengan uji satelit yang dilakukan di Masjid Nurul Hidayah Silaiang Bawah. Setelah diukur oleh Kementerian Agama dan Pengadilan Agama, ternyata persis atau tidak terjadi perubahan sama sekali.
Lebih jauh dikatakan, tidak adanya sikap dari MUI Padangpanjang atas isu sentral pergeseran arah kiblat itu, karena MUI Padangpanjang menginginkan adanya keseragaman. “Sejauh belum ada fatwa yang disepakati dari pusat disarankan untuk tetap melakukan shalat dengan arah yang biasa,” ujarnya.
Menghindari keresahan dan kebingungan di masyarakat Kota Padangpanjang, BHR Kota Padangpanjang akan melakukan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat. (isril)
Sumber : Padangmedia dot Com
Di Kota 'Serambi Mekah' Belum Ada Perubahan Arah Kiblat
Senin, 19/07/2010 13:33 WIB
padangmedia.com - PADANGPANJANG - Adanya keputusan Majelis Ulama Indonesia tentang perubahan kiblat hingga saat ini belum berpengaruh besar terhadap jemaah masjid di Kota Padangpanjang. Di Kota Serambi Mekah itu, seperti pantauan padangmedia.com pada beberapa masjid siang ini, Senin(19/7), jemaah masjid masih tetap dengan arah kiblat yang lama.
Dari keterangan beberapa orang pengurus masjid menyebutkan, hingga saat ini masih belum ada sosialisasi pihak yang berwenang di Kota Padangpanjang tentang hal itu.
Di Masjid Nurul Hidayah Kelurahan Silaing Bawah Kecamatan Padangpanjang Barat, salah seorang pengurus masjid, Anshar Ali, menyebutkan tidak ada perubahan posisi kiblat yang dilaksanakan jemaah Masjid Nurul Hidayah Silaiang Bawah. Namun kalaupun sudah dipastikan ada pergeseran arah kiblat, tidak berpengaruh dengan posisi masjid. Karena jemaah akan langsung menghadap ke arah depan masjid atau sejajar dengan arah masjid. Selama ini, kiblat mengarah ke barat dengan agak memiring atau tidak sejajar dengan posisi masjid.
Pengakuan yang sama juga disampaikan pengurus Masjid Zuama Jembatan Besi Kelurahan Pasar Usang, Jasriman SAg pada padangmedia.com. Menurutnya, saat ini jemaah masih melaksanakan sholat ke arah kiblat lama (Barat) dan tidak ada perubahan.
Dengan adanya keputusan MUI ini, Jasriman berharap agar pihak terkait di Padangpanjang seperti kantor kementrian agama dan MUI Kota Padangpanjang turun ke lapangan dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Dengan demikian, masyarakat dapat memahaminya.
Ditambahkannya, hendaknya dengan adanya keputuan MUI ini jangan menimbulkan pendapat-pendapat yang akan memicu perbedaan. Sebab, tujuan utamanya adalah agar sholat diarahkan ke kiblat untuk menyatukan umat muslim.
"Jadi apapun keputusan MUI, yang penting adalah niat seseorang saat sholat untuk mengarah ke kiblat," ujarnya.(isril)
Sumber : Padangmedia dot Com
padangmedia.com - PADANGPANJANG - Adanya keputusan Majelis Ulama Indonesia tentang perubahan kiblat hingga saat ini belum berpengaruh besar terhadap jemaah masjid di Kota Padangpanjang. Di Kota Serambi Mekah itu, seperti pantauan padangmedia.com pada beberapa masjid siang ini, Senin(19/7), jemaah masjid masih tetap dengan arah kiblat yang lama.
Dari keterangan beberapa orang pengurus masjid menyebutkan, hingga saat ini masih belum ada sosialisasi pihak yang berwenang di Kota Padangpanjang tentang hal itu.
Di Masjid Nurul Hidayah Kelurahan Silaing Bawah Kecamatan Padangpanjang Barat, salah seorang pengurus masjid, Anshar Ali, menyebutkan tidak ada perubahan posisi kiblat yang dilaksanakan jemaah Masjid Nurul Hidayah Silaiang Bawah. Namun kalaupun sudah dipastikan ada pergeseran arah kiblat, tidak berpengaruh dengan posisi masjid. Karena jemaah akan langsung menghadap ke arah depan masjid atau sejajar dengan arah masjid. Selama ini, kiblat mengarah ke barat dengan agak memiring atau tidak sejajar dengan posisi masjid.
Pengakuan yang sama juga disampaikan pengurus Masjid Zuama Jembatan Besi Kelurahan Pasar Usang, Jasriman SAg pada padangmedia.com. Menurutnya, saat ini jemaah masih melaksanakan sholat ke arah kiblat lama (Barat) dan tidak ada perubahan.
Dengan adanya keputusan MUI ini, Jasriman berharap agar pihak terkait di Padangpanjang seperti kantor kementrian agama dan MUI Kota Padangpanjang turun ke lapangan dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Dengan demikian, masyarakat dapat memahaminya.
Ditambahkannya, hendaknya dengan adanya keputuan MUI ini jangan menimbulkan pendapat-pendapat yang akan memicu perbedaan. Sebab, tujuan utamanya adalah agar sholat diarahkan ke kiblat untuk menyatukan umat muslim.
"Jadi apapun keputusan MUI, yang penting adalah niat seseorang saat sholat untuk mengarah ke kiblat," ujarnya.(isril)
Sumber : Padangmedia dot Com
Jumat, 16 Juli 2010
Cara Sederhana Tentukan Kiblat

Badan Komunikasi Informasi dan Publikasi PBNU, menyatakan, rasydul qiblat (penentuan arah shalat menghadap Ka’bah) akan terjadi pada Jumat (16/7/2010) pukul 16.26 nanti, persis saat matahari benar-benar di atas Ka’bah.
Saat itulah, setiap bayang-bayang matahari terhadap semua benda yang berdiri tegak pada permukaan bidang datar mengarah tepat ke arah Ka’bah.
"Momen ini perlu dimanfaatkan oleh umat Islam untuk mengoreksi arah kiblat masjid, mushalla, langgar atau tempat shalat lainnya yang mungkin belum tepat. Teknik yang benar dan tepat tentu menghasilkan arah kiblat yang cukup akurat," kata Ketua Badan Komunikasi Informasi dan Publikasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), HM Sulthan Fatoni kepada KOMPAS.com, Jumat (16/7/2010).
Pendapat itu merujuk pada penegasan dari Lajnah Falakiyah PBNU yang membidangi astronomi. Sulthan menambahkan, posisi Ka’bah (Masjidil Haram) dari Indonesia adalah arah barat laut. Jadi, lanjutnya, dari arah barat lurus bergeser sedikit kira-kira antara 20-25 derajat ke utara. (KF/Tri/Kompas)
Sumber : Koran Facebook
Siang Ini, Matahari di Atas Ka'bah
Cahaya matahari yang masuk melalui kusen rumah bisa jadi patokan kiblat.
VIVAnews - Majelis Ulama menyempurnakan redaksional fatwa terkait arah kiblat salat umat muslim di Indonesia, dari Barat menjadi Barat Laut. Salah satu patokan untuk mengetahui arah Barat Laut adalah posisi matahari.
"Arah (kiblat) kita bergeser 25 derajat dari Barat," kata Profesor riset Astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin, Kamis malam, 15 Juli 2010.
Lebih lanjut dia menjelaskan, matahari berada tepat di atas Mekkah atau Ka'bah pada hari ini, 16 Juli 2010. Cahaya matahari yang masuk melalui kusen rumah bisa jadi patokan kiblat. "Kita lihat bayangan dari sinar matahari."
Selain itu, kata dia, masyarakat juga bisa menggunakan kompas sebagai panduan. Untuk Jakarta, arah salat digeser 25 derajat dari Barat ke arah Barat Laut. "Masyarakat juga bisa meng-klik www.qiblalocator.com," kata dia.
Tak cukup itu, Thomas memberikan alternatif lain dengan menggunakan bayangan menara. "Menara yang ada lampunya, asumsikan itu sebagai Ka'bah. Bayangannya yang kita jadikan kiblat." (hs)
Sumber : VIVAnews
VIVAnews - Majelis Ulama menyempurnakan redaksional fatwa terkait arah kiblat salat umat muslim di Indonesia, dari Barat menjadi Barat Laut. Salah satu patokan untuk mengetahui arah Barat Laut adalah posisi matahari.
"Arah (kiblat) kita bergeser 25 derajat dari Barat," kata Profesor riset Astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin, Kamis malam, 15 Juli 2010.
Lebih lanjut dia menjelaskan, matahari berada tepat di atas Mekkah atau Ka'bah pada hari ini, 16 Juli 2010. Cahaya matahari yang masuk melalui kusen rumah bisa jadi patokan kiblat. "Kita lihat bayangan dari sinar matahari."
Selain itu, kata dia, masyarakat juga bisa menggunakan kompas sebagai panduan. Untuk Jakarta, arah salat digeser 25 derajat dari Barat ke arah Barat Laut. "Masyarakat juga bisa meng-klik www.qiblalocator.com," kata dia.
Tak cukup itu, Thomas memberikan alternatif lain dengan menggunakan bayangan menara. "Menara yang ada lampunya, asumsikan itu sebagai Ka'bah. Bayangannya yang kita jadikan kiblat." (hs)
Sumber : VIVAnews
MUI: Kiblat Bergeser, Tak Perlu Ubah Masjid
Umat Islam hanya perlu mengubah safnya saja, agak bergeser ke kanan.
VIVAnews - Pergeseran arah kiblat salat umat muslim di Indonesia sudah difatwakan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Arah kiblat pun digeser dari Barat ke Barat Laut.
"Kiblat tetap menghadap ke Ka'bah, tapi arah kiblat umat muslim di Indonesia sudah bergeser dari Barat ke Barat Laut," kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI kata Aminuddin Yakub, Kamis malam, 15 Juli 2010.
Perubahan fatwa ini, kata dia, tidak perlu mengubah bentuk masjid. "Karena masjid yang dulu dibangun sesuai perhitungan yang akurat oleh ahli yang dulu," jelasnya.
Umat, lanjut dia, hanya perlu mengubah safnya saja, agak bergeser ke kanan. Dia mengaku, pengaturan ini akan membuat ruang yang terbuang. "Tapi itu agar ibadah kita lebih sempurna," ujar Aminuddin.
Menurut Aminuddin, umat Islam pun tidak perlu khawatir mengenai sah atau tidaknya salat yang dilakukan sebelum fatwa. "Salat kita yang kemarin tetap sah. Para ulama juga sudah ijtihad kalau kita menghadap ke kiblat. Dan Barat Lautlah kiblat bagi umat muslim Indonesia," tambahnya. (hs)
Sumber : VIVAnews
VIVAnews - Pergeseran arah kiblat salat umat muslim di Indonesia sudah difatwakan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Arah kiblat pun digeser dari Barat ke Barat Laut.
"Kiblat tetap menghadap ke Ka'bah, tapi arah kiblat umat muslim di Indonesia sudah bergeser dari Barat ke Barat Laut," kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI kata Aminuddin Yakub, Kamis malam, 15 Juli 2010.
Perubahan fatwa ini, kata dia, tidak perlu mengubah bentuk masjid. "Karena masjid yang dulu dibangun sesuai perhitungan yang akurat oleh ahli yang dulu," jelasnya.
Umat, lanjut dia, hanya perlu mengubah safnya saja, agak bergeser ke kanan. Dia mengaku, pengaturan ini akan membuat ruang yang terbuang. "Tapi itu agar ibadah kita lebih sempurna," ujar Aminuddin.
Menurut Aminuddin, umat Islam pun tidak perlu khawatir mengenai sah atau tidaknya salat yang dilakukan sebelum fatwa. "Salat kita yang kemarin tetap sah. Para ulama juga sudah ijtihad kalau kita menghadap ke kiblat. Dan Barat Lautlah kiblat bagi umat muslim Indonesia," tambahnya. (hs)
Sumber : VIVAnews
MUI: Kiblat Kalau ke Barat Menghadap Afrika
Umat di Indonesia menghadap ke jihadul Mekah karena tidak melihat Ka'bah secara langsung.
VIVAnews - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan Shaberah mengimbau agar fatwa soal arah kiblat disosialisasikan dan dilaksanakan segera. MUI baru mengumumkan fatwa bahwa kiblat bukan lagi ke arah Barat namun Barat Laut.
"Memang bukan di Barat persis. Ada pergeseran," kata dia kepada VIVAnews.com.
Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Aminuddin Yakub, menjelaskan bahwa perubahan kecil pada penyempurnaan arah salat itu berpengaruh besar. "Kalau menghadap ke Barat berarti menghadap ke Afrika," katanya mengingatkan.
Lebih lanjut dia menjelaskan umat di Mekkah harus mengikuti arah ainul Mekah sebagai kiblat. Sedangkan umat di Indonesia menghadap ke jihadul Mekah karena tidak melihat Ka'bah secara langsung. "Arah kita bergeser ke kanan sedikit dari Barat, sekitar 25 derajat," tambahnya. (hs)
Sumber : VIVAnews
VIVAnews - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan Shaberah mengimbau agar fatwa soal arah kiblat disosialisasikan dan dilaksanakan segera. MUI baru mengumumkan fatwa bahwa kiblat bukan lagi ke arah Barat namun Barat Laut.
"Memang bukan di Barat persis. Ada pergeseran," kata dia kepada VIVAnews.com.
Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Aminuddin Yakub, menjelaskan bahwa perubahan kecil pada penyempurnaan arah salat itu berpengaruh besar. "Kalau menghadap ke Barat berarti menghadap ke Afrika," katanya mengingatkan.
Lebih lanjut dia menjelaskan umat di Mekkah harus mengikuti arah ainul Mekah sebagai kiblat. Sedangkan umat di Indonesia menghadap ke jihadul Mekah karena tidak melihat Ka'bah secara langsung. "Arah kita bergeser ke kanan sedikit dari Barat, sekitar 25 derajat," tambahnya. (hs)
Sumber : VIVAnews
Langganan:
Postingan (Atom)