-->
© 2010 BLOG ARSIP - >> 1 Ramadhan 1431.H jatuh pada 11 Agustus 2010, redaksi blog Arsip mengucapkan maaf, maaf lahir bathin, dengan hati yang suci, mari kita laksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan, kita dianugrahi dua peristiwa penting sebagai anak bangsa, ramadhan dan ulang tahun bangsa ini pada 17 Agustus
Tampilkan postingan dengan label Penemuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penemuan. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Agustus 2010

Sungai Raksasa Ditemukan di Dasar Laut Hitam


Sungai bawah laut ini bahkan layak dinobatkan sebagai sungai keenam terbesar di dunia.

VIVAnews
- Sebuah sungai raksasa, yang bahkan layak dinobatkan sebagai sungai keenam terbesar di dunia baru-baru ini ditemukan oleh ilmuwan Inggris.

Yang luar biasa, sungai ini ditemukan di dasar Laut Hitam, sebuah laut dalam antara Eropa tenggara dan Asia Kecil.

Para ilmuwan dari Leeds University mengerahkan kapal selam robot untuk meneliti dan memindai dasar laut di dekat Turki itu.

Seperti halnya di daratan, sungai di bawah laut itu memiliki saluran, anak sungai, dataran banjir, aliran deras air, dan bahkan air terjun.

Sungai yang ditemukan di dasar Laut Hitam, memiliki kedalaman 115 kaki dan lebarnya lebih dari setengah mil.

Jika berada di daratan, para ilmuwan memperkirakan, perairan yang ditemukan di Laut Hitam, adalah sungai keenam terbesar di dunia, dalam hal jumlah air yang mengalir.

Aliran air, yang membawa air asin dan sedimen, 350 kali lebih besar dari Sungai Thames di Inggris.

Ini adalah satu-satunya sungai bawah laut aktif yang ditemukan. Letaknya di Selat Bosphorus yang mengalir dari Mediterania ke Laut Hitam. Aliran air sungai bawah tanah itu disebabkan perbedaan kadar garam.

Ini menyebabkan air Mediterania mengalir seperti sungai, yang menciptakan alur-alur dan genangan yang dalam.

Penemuan ini akan membantu menjelaskan bagaimana kehidupan bisa bertahan di kedalaman laut, yang jauh dari perairan kaya nutrisi karena jauh dari tanah. Sungai bawah laut lah yang bertugas membawa sedimen dan nutrisi.

Menurut Dr Dan Parsons, pemimpin tim peneliti dari Sekolah Tinggi Ilmu Bumi dan Lingkungan, Universitas Leeds, kepada Sunday Telegraph, mengatakan, "Kepadatan air di sana lebih padat dari air laut di sekitarnya karena memiliki salinitas yang lebih tinggi dan membawa begitu banyak sedimen."

"Sungai itu mengalir dari beting laut dan keluar melalui daratan abisal, seperti halnya sungai di darat," demikian penjelasan Parsons seperti dimuat laman Daily Mail, Minggu 1 Agustus 2010.

Dataran abisal di laut mirip seperti di gurun pasir, bedanya dataran air ini bisa menyediakan nutrisi dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mahluk yang hidup di dalamnya.

"Itu memiliki peran yang penting, seperti arteri, yang memberikan kehidupan di laut dalam."

Perbedaan utama sungai di bawah laut ini adalah bahwa aliran air berlawanan dengan sungai-sungai di darat.

Para ilmuwan telah lama menduga bahwa keberadaan sungai dasar laut sangat masuk akal, setelah pemindai sonar mengungkapkan adanya saluran berkelok-kelok di banyak lautan di dunia.

Di antara yang terbesar, adalah sungai bawah tanah di perairan Brazi, di mana aliran Amazon memasuki Samudera Atlantik.

Saluran di Laut Hitam, meskipun jauh lebih kecil, adalah satu-satunya yang ditemukan masih mengalir dan membuktikan bahwa saluran ini misterius dibentuk oleh sungai di bawah air.

Tidak seperti parit laut, yang formasi geologi yang terbentuk pada bagian terdalam dari laut akibat pergerakan lempeng tektonik, saluran sungai berkelok-kelok di dasar laut dibentuk melalui proses pengikisan endapan lumpur.


Sungai bawah laut di dasar Laut Hitam



Dr Parsons menemukan bahwa sungai bawah tanah di dasar Laut Hitam mengalir dengan kecepatan sekitar empat mil per jam, mengalirkan 22.000 meter kubik air per detik. Ini 10 kali lebih besar dari sungai terbesar Eropa, Rhine.

Sungai bawah laut ini Sungai mengalir hanya sekitar 37 mil hingga mencapai tepi beting laut sebelum menghilangke laut dalam. (umi)

Sumber : VIVAnews
baca selengkapnya...

Sabtu, 31 Juli 2010

Kapal Karam 150 Tahun Ditemukan di Kutub


Kapal HMS Investigator merupakan salah satu dari sejumlah kapal Amerika dan Inggris.

VIVAnews - Kapal pencari penjelajah Kutub Utara Sir John Franklin yang hilang di kawasan paling utara Bumi 150 tahun lalu berhasil ditemukan arkeolog Kanada.

Kapal bernama HMS Investigator itu ditinggalkan pada tahun 1853 karena terperangkap es saat sedang menjalankan misi kedua untuk mencari Franklin dan tim ekspedisinya.

Franklin dan semua anggota tim hilang saat berlayar menuju Kanada Utara tahun 1845. Misi tim saat itu dalam upaya menemukan rute perdagangan antara Atlantik dan Pasifik melalui lautan Kutub Utara atau disebut "Northwest Passage".

Kapal pencari Franklin ditemukan pekan ini di perairan dangkal di Teluk Mercy, laut barat Kanada, oleh seorang peneliti dari Parks Canada.

Seperti dikutip dari laman harian The Telegraph, edisi 30 Juli 2010, kapal HMS Investigator merupakan salah satu dari sejumlah kapal Amerika dan Inggris yang dikirim untuk mencari kapal HMS Erebus dan HMS Terror, yang hilang dalam misi tak berhasil Franklin pada 1845.

Tahun 1953, Investigator ditinggalkan di tengah padang es oleh Kapten Robert McClure dan krunya. Selama tiga tahun, mereka sudah mencoba menyelesaikan tahap air pencarian "Northwest Passage", tetapi terus menerus terkendala lapisan es.

Persediaan makanan yang minim membuat 60 kru meninggalkan kapal. Mereka diselamatkan oleh kapal lain, tetapi McClure dianggap sebagai orang Eropa pertama yang menemukan pintu masuk barat jalur perdagangan.

Tiang layar dan tali-tali kapal telah rusak karena es dan cuaca selama 157 tahun sejak kapal hilang, tetapi bagian dari kapal terlindung berkat air benua utara yang sangat dingin. Kapal yang sering disebut dalam dongeng Northwest Passage itu masih dalam kondisi baik.

Marc-Andre Bernier, kepala penelitian bawah laut Parks Canada mengatakan, "Kapal berada dalam kondisi sangat baik. Ini adalah penemuan yang sangat penting. Ini adalah kapal yang berlayar dalam tahap akhir pencarian Northwest Passage," kata Bernier.

Tim Parks Canada tiba di Mercy Bay pada 22 Juli, dan tiga hari kemudian, es sudah cukup mencair hingga perangkat sonar bisa digunakan. Bangkai kapal ini ditemukan dalam waktu 15 menit.

Menurut Bernier, tidak ada rencana untuk mengangkat kapal ke permukaan. Tim hanya berharap bisa menggunakan perangkat video bawah air untuk mengambil gambar kapal.

Jim Prentice, menteri lingkungan hidup Kanada, mengatakan bahwa pemerintah Inggris telah mengetahui penemenuan bangkai kapal berikut tiga mayat pelaut yang diduga meninggal karena sakit. (adi)

Sumber : VIVAnews
baca selengkapnya...

Kamis, 29 Juli 2010

Urang Awak Penemu Program Belajar Lewat Handphone

Rabu, 21/07/2010 11:20 WIB

padangmedia.com - YOGYAKARTA - Di zaman sekarang sulit rasanya hidup tanpa handphone. Tidak hanya berguna untuk kirim-kiraman pesan atau nelpon, handphone saat ini sudah dilengkapi dengan fasilitas internet serta digunakan untuk sms banking dan teleconference.

Walaupun demikian, masih sedikit yang menjadikan handphone sebagai media pembelajaran. Peluang itulah yang dilirik oleh GCM Ednovatio, bimbingan belajar yang didirikan oleh para alumni Universitas Gajah Mada.

Sebagai lembaga pendidikan baru, GCM melangkah lebih jauh dibandingkan lembaga bimbingan belajar yang sudah eksis lainnya. Kreativitas ala UGM mereka buktikan lewat penemuan terbaru, yaitu ‘Belajar lewat handphone’.

Rekor MURI dan penghargaan dari Menpora pada bulan Mei 2010 lalu menjadi reward atas keberhasilan mereka menciptakan inovasi terbaru dalam pembelajaran berbasis teknologi itu.

Yang menarik, salah satu otak dibalik kehadiran penemuan baru ini adalah Rio Winanda Tandjung (alumnus Teknik Nuklir UGM). Ia adalah salah seorang alumni Asrama Merapi Singgalang (Asrama Putra Milik Pemda Sumbar di Yogyakarta) angkatan 1997. Pada bulan Desember 2009, penemuan ini sempat dikenalkan kepada siswa-siswi SMAN 1 Muaro Labuah Solok Selatan Sumbar yang kebetulan sedang study tour ke Jogjakarta.

Cara kerja program berbasis Java ini cukup unik. Setelah diinstall di Hp, maka siswa dapat belajar di manapun selama membawa Hp. Selain koleksi soal yang berjibun, program ini juga dilengkapi pembahasan yang mudah dipahami. Lengkap memuat pelajaran-pelajaran yang diujikan di UAN dan SNMPTN seperti Matematika IPA, Fisika, Kimia, Bahasa Inggris, Akuntansi, Geografi, Matematika IPS, Biologi, Bahasa Indonesia, Ekonomi, Sejarah dan Sosiologi. Selain itu, secara berkala server akan terus menambah soal-soal terbaru secara otomatis.

Keberhasilan Rio mengobati kekhawatiran akan semakin menurunnya prestasi orang Minang di kancah nasional. Paling tidak hal ini semakin membuka mata pemerintah daerah untuk memperhatikan mahasiswa-mahasiswa rantau yang selama ini dibiarkan berjuang sendiri baik selama kuliah maupun setelah lulus. Namun begitu, anak-anak muda Minang dirantau tentu tak kehilangan akal untuk terus berprestasi demi survive hidup di tanah orang.(anggun)

Sumber : Padangmedia dot Com
baca selengkapnya...

Selasa, 27 Juli 2010

Pembangkit Tenaga Daun dari Arifin Panigoro

Akhir tahun 2010, pembangkit listrik tenaga daun siap dimanfaatkan oleh masyarakat.

VIVAnews - Pengusaha Arifin Panigoro berhasil menciptakan pembangkit listrik listrik tenaga daun. Bagi sebagian orang ini terdengar aneh, tetapi hasil karya pengusaha migas itu kini siap dinikmati seluruh masyarakat Indonesia.

"Akhir tahun 2010 mendatang, pembangkit tenaga daun siap diluncurkan dan dipergunakan kepada seluruh masyarakat Indonesia," kata Arifin Panigoro, usai memberikan kuliah umum kepada 800 calon wisudawan Institut Pertanian Bogor (IPB), Selasa 27 Juli 2010.

Lalu apa yang melatar belakangi Arifin untuk membuat pembangkit listrik dari sampah daun ini. Menurutnya, energi sumber daya alam yang dipergunakan sebagai tenaga listrik sudah mulai kritis keberadaannya, sebagai alternatif, daun-daunan bisa juga menghasilkan listrik.

"Awalnya saya berfikir bagaimana mengatasi kekurangan listrik tanpa mengeluarkan biaya besar. Saya mencoba membuat pembangkit dari bahan daun-daunan, dan melalui penelitian ternyata daun dapat juga menghasilkan tenaga listrik," tuturnya.

Karena itu, bersama mahasiswa dan 800 wisudawan IPB, Arifin mengajak menciptakan dan mengembangkan alat pembangkit listrik daun, serta meminta masyarakat Indonesia agar tidak sembarangan menebang pohon yang tersebar di berbagai daerah Indonesia. Apalagi, dari hutan, pohon dan daunnya dapat dimanfaatkan.

Laporan: Ayatullah Humaeni | Bogor

Sumber : VIVAnews
baca selengkapnya...
IP
KUMPULAN KLIPING LAINNYA
Widget By: [arsip berita, artikel dan foto]]